Wabah Penyakit COVID-19 mengguncang Planet Bumi

Wabah Penyakit corona virus disease, disebut juga (COVID-19) telah mengguncang dunia pada akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. penyakit ini dilaporkan pertama kalinya oleh seorang dokter bernama Ai Fen di daerah Wuhan Cina. Kemudian dengan tingkat morbiditas dan virulensinya yang sangat tinggi secara cepat menyebar keseluruh penjuru dunia.

www.hernawansetiaji.com
Menurut worldometer hingga 4 April 2020, Corona virus disease atau Covid-19 telah menginfeksi sebanyak 1.098.762 orang dengan 59.172 orang meninggal dunia, dan telah mewabah di 207 negara. Penyakit ini mempunyai gejala yang mirip dengan flu biasa namun ada gejala spisifik yang ditimbulkan yaitu gangguan sistem pernafasan hingga pneumonia akut.

Menurut alodokter, penderita covid-19 menunjukkan gejala klinis seperti batuk, demam tinggi diatas 38 drajat celcius, diare dan sesak nafas, dengan masa inkubasi antara 2 hari sampai 2 minggu setelah terkena infeksi virus covid-19. Penularan covid-19 dapat terjadi karena kontak langsung dengan pasien positif covid-19, baik bersentuhan tangan, terkontaminasi air liur dan leleran dari bersin penderita. Bahkan ada penderita yang tidak menunjukkan gejala tetapi mampu sebagai carrier penularan covid-19.

Corona Virus Disease dapat menginfeksi siapa saja, terutama orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, baik lemah karena usia atau mengidap penyakit yang akut. Penyebaran virus corona begitu masif dan tak terkendali. Amerika Serikat yang notabennya negara maju dengan kecanggihan alat dan sumberdaya manusia dibidang kesehatan yang mumpuni dibuatnya kalang kabut. Bahkan Amerika Serikat sekarang telah menjadi pusat epicentrum corona virus dengan tingkat kasus tertinggi di dunia.

Hanya dalam 2 hingga 3 bulan saja virus corona mampu mengubah perdaban dunia. Sebagai makluk sosial manusia tidak dapat lagi berkumpul membentuk kelompok sosial karena adanya social distancing, dunia seakan berhenti bernafas. Kota kota besar yang tadinya ramai dengan aktifitas bisnis menjadi sepi seperti mati, dengan diterapkannya lockdown wilayah.

Di kota suci Mekah tidak dapat menunaikan ibadah umroh terutama dari luar negara Arab Saudi. Umat muslim tidak bisa lagi menunaikan ibadah jumat, menggelar pengajian dan kajian kajian lainnya yang melibatkan berkumpulnya banyak orang. Di masyarakat timbul adanya rasa curiga dan ketakutan tertular corona.

Ada apa ini ? Tergantung dari mana kita melihatnya. Dilihat dari kacamata agama, apakah ini ujian, cobaan atau azab bencana, hanya Alloh Subhanahu wata'ala yang maha tahu. Manusia hanya bisa introspeksi dan perbaikan diri.

Bila dilihat dari sisi politik apakah ini virus buatan, senjata biologis, rekayasa genitika, kebocoran senjata dan lain sebagainya.

Bila dilihat dari sisi kesehatan apakah ini ada hubungannya dengan mutasi gen karena banyaknya radiasi dan global warming di bumi, entahlah tinggal dari mana kita melihatnya.

Kejadian ini telah menjadi catatan dunia, sejarah pagebluk dalam bahasa jawa/sunda sebagai penyakit yang kejadiannya luar biasa atau outbreak yang pernah terjadi di dunia. Sebelumnya dunia pernah diguncang wabah kolera, pes dan cacar yang mematikan dan menimbulkan banyak korban.
Silahkan Berbagi :

Related Posts: